Wooo!!! Pancen Bajigur!!!

image
"Ngapain manggil-manggil?"

Malam-malam, dingin, sepi, sendiri, ngerjain latihan soal buat SBMPTN, tapi hasilnya ga memuaskan juga. Pusing.

Kalau sudah gini paling enak ya….

…minum BAJIGUR instan (soalnya ga ada yang jualan di sekitar sini).

image
Si bajigur sachetan yang sudah diseduh.
image
Penampakan bungkusnya (bukan iklan).

Bajigur adalah minuman tradisional Indonesia khas Jawa Barat yang terbuat dari santan dan gula merah. Cocok dinikmati pada malam hari atau saat cuaca dingin untuk membantu menghangatkan hati yang kesepian dan menyegarkan badan (deskripsi dari tulisan di bungkusnya).

Ini pertama kalinya saya mencoba bajigur. Itupun yang sachetan dan dikasih temen gratisan. Rasanya, sih, mirip kuah bubur sumsum (biasa disebut “juruh”) yang ditambah santan kelapa. Pastinya, gurih-gurih enak, gitu.

***

Pertama kali dengar soal minuman ini, saya agak kaget karena di Jawa kata “bajigur” punya konotasi yang kurang bagus. Kata ini biasa diucapkan untuk mengungkapkan kekesalan, atau umpatan, misalnya,

Bajigur tenan, bajigurku mau diombe karo Pi’i ra kandha-kandha.

(Bajigur emang, bajigurku tadi diminum Pi’i ga bilang-bilang.)

Atau, bisa juga,

Mangkat nang mesjid nggo sendhal apik-apik, malah ilang, diijoli karo Swallow. Bajigur.

(Berangkat ke masjid pake sendal bagus, malah hilang, diganti sama Swallow. Bajigur.)

dsj.

Melenceng lumayan jauh juga, ya, maknanya? Untuk rujukan lebih lanjut, bisa cek link ini.
Mungkin juga bajigur akan memiliki makna yang berbeda di daerah yang lain lagi. Butuh penelitian lebih lanjut dan mendalam.

Ini menjadi salah satu bukti kalau orang Indonesia jiwa toleransinya sungguh bagus. Bisa dibayangkan, jika kita tidak bisa mengatasi perbedaan dari kebhinnekaan, saat ada orang sunda lagi pesan bajigur, tahu-tahu orang jawa di dekatnya marah dan langsung ngajak berantem. Bisa runyam kalau begitu. Hehe.

Semoga kita masih bisa menjaga semangat “Bhinneka Tunggal Ika” kita ini dan memberikan contoh pada dunia. Perbedaan bukan memecah belah, tapi malah menyatukan dan menjadi bukti ke-mahakuasa-an Allah SWT.

Sekarang saatnya saya mengakhiri postingan asal-asalan ini dan menikmati bajigur yang saya seduh tadi. Keburu dingin, soalnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s