Pertanda

Akhir-akhir ini lagi ngetrend di internet video yang berisi suara-suara aneh mirip terompet terdengar dari langit. Hal ini terjadi tidak hanya di satu lokasi saja, tapi juga di berbagai wilayah di belahan bumi. Banyak beranggapan bahwa ini akan menjadi pertanda kiamat.

Kalo begitu, ada baiknya kita telaah dengan kajian seadanya.

***

Bicara soal pertanda, hal itu bisa jadi adalah “kode” bagi orang yang mau dan mampu berpikir, bisa men-dekript-nya menjadi penjelasan gamblang yang bisa meng-ngeh-kan jiwa-jiwa yang bimbang.

Contoh simpelnya:
Lapar, pertanda butuh makan.
Haus, pertanda perlu minum.
Kebelet, pertanda kudu ke toilet.
Figura foto pecah, pertanda tokoh protagonis sinetron lagi dalam masalah.
Bilang terserah, pertanda seseorang ngajak berantem.
Terakhir.
Bahagia, pertanda baru saja melihat senyummu walau hanya dari kejauhan. #eh

Lalu, bagaimana dengan fenomena langit ini? Bukan kah hal yang jarang terjadi sering menyiratkan akan munculnya hal-hal luar biasa? Bangkitnya Uchiha Madara, misalnya?

Hoho, kalau apa yang saya tangkap dari hal ini malah sedikit berbeda. Kalau memakai SPP (Sistem Penafsiran Pertanda) yang saya pakai sebelumnya *ngarang tenan, kira-kira jadinya akan seperti ini:

1. Fakta bahwa orang di video itu bisa mendengar suara terompet = Sumber suara bisa sampai ke telinga.
2. Syarat agar sumber suara bisa sampai ke telinga = harus ada mediumnya = udara
3. Udara ada di mana-mana tapi tak tampak dan sering diabaikan = Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Sekiranya, dari penjelasan di atas sudah bisa didapat sebuah argumentasi yang kuat kalo suara terompet-terompet ga jelas itu adalah pertanda akan adanya cinta-cinta yang bertepuk sebelah tangan. Mungkin saja kejadian ini sudah berlangsung dari dulu. Namun, orang-orang baru baru cukup peka untuk menyadari “kode” alam ini.

Soal cinta yang bertepuk sebelah tangan, bisa jadi adalah cinta Tuhan kepada hambanya yang justru dibalas dengan keangkuhan dan kecongkakan. Lupa bahwa tak kan ada secuil sel pun yang bisa hidup tanpa cinta dari Tuhannya. Mungkin. Mungkin, lho.

Dan lelahnya dua jempol saya juga bisa menjadi pertanda bahwa saya harus mengakhiri tulisan ini sampai di sini. Salam.

N.B. : Tulisan ini tidak ada sangkut   pautnya dengan kondisi kejiwaan maupun masalah personal penulis.

Iklan

3 pemikiran pada “Pertanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s