Yuanyang : Bersatu dalam Kontradiksi

Hitam, putih; baik, benar; kucing, anjing; mereka adalah elemen-elemen yang saling bertentangan. Entah karena faktor takdir atau hanya karena pandangan publik. Di dunia minuman, kita mengenal teh dan kopi. Bagai pertarungan abadi, keduanya bersaing, baik dalam hal cita rasa, manfaat bagi kesehatan, jumlah kafein, variasi cara minum, dsb.

Lalu, di tengah badai kontradiksi yang melanda, adakah kesempatan, walau sekecil apapun, agar keduanya bisa bersatu, berdampingan dalam harmoni?

Jawabanya, IYA!

Direalisasikan dalam bentuk minuman bernama Yuanyang, minuman asal Hongkong ini memberikan yang terbaik dari kedua sisi.

image

Nama Yuanyang sendiri berasal dari bahasa Mandarin yang bermakna bebek mandarin yang menjadi simbol cinta dan kasih sayang. Filosofinya, meski dengan rupa yang amat berbeda antara jantan dan betina, mereka selalu tampak berdampingan. #dalem

Saya pertama kali bertemu dengan yuanyang saat terdampar selama empat jam di bandara Chang-i, Singapura. Tertarik dengan namanya ditambah rasa kepo dahaga, saya merogoh kocek agak dalam (saya dalam status sebagai pelajar plus harga minumannya kena pajak bandara) untuk menebusnya. Mengabaikan kondisi kantong sementara, saya berusaha menikmati tiap tetes dari minuman unik ini.

WOW!

Ternyata rasanya sesuai dengan ekspektasi saya. Lembutnya teh yang terhanyut ke dalam susu ditambah tendangan khas kopi, menciptakan perpaduan yang indah. Sungguh pertemuan pertama yang berkesan. *lebay *lebay banget

(Mohon abaikan gaya tulisan yang agak mendayu di awal postingan ini. Ngga biasanya kaya gini.)

Sesampainya di rumah, tertarik untuk merasakannya lagi, saya mencoba merekonstruksi yuanyang âla DIY(do-it-yourself) dengan bahan-bahan seadanya. Hasil berselancar di internet memberi saya berbagai macam resep dengan bermacam takaran. Walaupun, rata-rata resep dasarnya kurang lebih sama. Kalau dijabarkan secara sederhana, jadinya seperti ini:

Siapkan:
– Teh (seduh dengan air panas)
– Susu (murni atau kental manis)
– Kopi (seduh juga dengan air panas, lebih enak kalau sekalian disaring untuk memisahkan ampasnya)
– Gula (sesuai selera)
– Es batu (kalau mau dingin)

Proses
Tinggal campur saja bahan-bahan di atas. Aduk, dan TADA! Yuanyang mu sudah siap untuk dinikmati. #eh (kegampangan nih)

Minuman ini bisa disajikan dalam kondisi panas maupun dingin. Cocok dihidangkan di segala musim, baik hujan, kemarau, hujan meteor, duren, semua bisa.

Yang susah dari meracik yuanyang adalah bagaimana mencari takaran yang pas. Ini butuh insting yang bagus. Biasanya, tiap peracik yuanyang sudah punya resep rahasia masing-masing.

Dan….

Silakan mencobanya di rumah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s