Ketidakpedulian Selektif

Di dunia yang sudah global ini, sangat sulit untuk berusaha tidak tahu. Segala informasi bisa datang dan pergi tanpa bisa ditahan dari berbagai macam lokasi, sumber, atau topik berita. Walau, seringkali informasi yang didapat tidak penting, tidak dibutuhkan, atau hanya blow-off media. Usaha untuk ‘menutup telinga’ seringnya berakhir sia-sia.

image

Mencoba untuk tidak peduli bisa menjadi salah solusi untuk meraih ketenangan jiwa dari tetek-bengek arus informasi yang ada. Namun, ketidakedulian murni bisa membawa pada apatisme, mengeraskan rasa peduli. Kekakuan itu akan membuat kita kehilangan status sebagai makhluk sosial yang sudah tersemat sejak lahir.

Bertindak selektif terhadap apa yang kita pedulikan bisa menjadi jalur tengah yang tepat. Menjaga agar kita mendapat informasi esensial yang ada di dunia tanpa harus peduli pada semua hal. Peduli dengan yang menjadi prioritas kita sebagai manusia, umat beragama, warga negara ataupun pengupil yang baik.

Hidup sudah cukup berat untuk sebuah ujian. Jangan jadikan ia makin kelabu dengan tagline berita “Acara ngunduh pelem mantu anak sulung Jikowo akan menyajikan serabi dengan 16 rasa,” yang sejujurnya,  saya tidak ingin tahu, tapi terpaksa tahu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s