Alim Temporer

Bulan Ramadhan menjadi sebuah momentum dan kesempatan luas. Bagi yang asli ingin berubah menjadi yang lebih baik, yang cuma ikut-ikut trend masyarakat, atau malah yang marah-marah sama masyarakat sambil melarang melakukan hal ini-itu ( #NoOffence to government). Bisa juga orang-orang dengan niatan lain yang beranekaragam, tidak bisa disebut satu-persatu.

image

DULU,
saya sering merasa kurang sreg melihat orang-orang yang alimnya (alim di sini bukan berarti “berilmu” sesuai konteks bahasa arabnya, tapi lebih ke makna “orang yang menjalankan agama dengan baik”) hanya saat Ramadhan. Di luar itu, mereka akan kembali seperti semula, menggeluti kubangan rutinitas mereka lagi. Lebih baik sekalian aja mereka ga usah alim sepanjang tahun, pikir saya.

TAPI,
Saat saya menempuh pendidikan SMA. Guru Al-Qur’an saya, yang tidak perlu disebut namanya, pernah bilang kurang-lebihnya begini (dengan sedikit gubahan, menurut kemampuan daya ingat saya):

“Sekarang bukan saatnya kita menghujat mereka yang baiknya hanya sementara. Seharusnya kita bersyukur. Mereka yang awalnya jauh dari ajaran agama, mulai bisa merasakan manisnya Islam; mereka yang enggan menutup aurat, mau menutup ubuh mereka dengan anggun; mereka yang pikirannya hanya berisi celaan dan gunjingan ke orang lain, mengganjal pikiran mereka dengan rasa lapar dan semangat berpuasa. Walaupun hanya satu bulan dalam setahun, semoga ini bisa menjadi awal dari perubahan mereka. Karena jika melihat kondisi dunia yang sekarang ini, kehadiran mereka bagaikan oase kecil dan dangkal di bentangan gurun yang amat luas, yang bisa meredakan dahaga walau hanya sementara. Tugas kita adalah mengajak dan menyemangati mereka, bukan sebaliknya.”

Dan…

SEKARANG
Saya jadi sadar siapa yang sebenarnya belum berubah setelah berkali-kali melalui bulan Ramadhan.
Bukan.
Bukan mereka.

N.B.: Ditulis dengan penuh harap agar Ramadhan kali ini membawa perubahan yang indah.  Ramadhan Mubarak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s