Pedas, Instan, Kadaluarsa

image

Kritik ini benar adanya dan tak perlu ditutup-tutupi. Mengutip dari CP Scott, “Comment is free, but facts are sacred.”

Euforia seringkali menyesatkan. Apalagi jika ditambah dengan jiwa-jiwa yang belum matang.

Pesan yang bisa saya petik dari kejadian ini, perubahan hanya bisa diraih dengan usaha bersama yang komprehensif. Pemimpin terbaik sekalipun tak akan mampu membenahi seluruh anak buahnya. Untuk menciptakan suatu budaya yang mengakar kuat tak bisa diciptakan dalam waktu yang singkat, apalagi hanya dalam waktu hitungan hari. Seseorang haruslah ditempa dan dididik secara terus menerus karena saya pribadi termasuk orang yang tak percaya dengan “pembenahan diri instan.” Semua itu butuh proses yang sangat lama dan dari berbagai faktor, tidak cuma pendidikan.

Sayangnya, sepertinya kita gagal dalam menjajaki proses awal perubahan ini…

Semoga ini bisa menjadi evaluasi dan bahan istropeksi diri bagi kita semua.

*uneg-uneg dari saya, seorang pecinta alam dan lingkungan yang gak suka naik gunung (buat gaya-gayaan).

Iklan

3 pemikiran pada “Pedas, Instan, Kadaluarsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s