Kurban di FIB: Adab yang Sudah Membudaya

Kemarin pagi (red: 25 September 2015), ada sesuatu yang tak biasa di sebelah tempat parkir sepeda FIB.  Beberapa ekor sapi dan kambing berjejer manis, walau dengan ekspresi takut, menanti giliran mereka.

Meet and Greet dulu

Saya yang kebetulan bersama teman saya, Suigetsu, seorang ahli di bidang veterinary, menyempatkan diri untuk melihat proses penyembelihan hewan-hewan kurban tersebut.

Prosedur

Rebahan Cantik...
Rebahan Cantik…

Dilihat dari cara perebahan hewan kurban dari posisi berdiri sampai ke posisi siap eksekusi, prosedur yang dilakukan sudah benar. Berbeda sekali dengan yang dilakukan di kampung-kampung di mana warga harus berduel dulu dengan hewan kurban dan berkemungkinan menyebabkan cedera bagi hewan kurbannya.

Adab

Eits, Jangan Ngintip Nanti Kamu Takut

Hebatnya lagi, selain menggunakan cara ilmiah untuk memudahkan proses perebahan hewan kurban tanpa menyakiti binatanganya. Para bapak-bapak macho ini juga memikirkan aspek lain, yaitu adab.

Adab di sini adalah adab selama proses penyembelihan, mulai dari tidak menunjukkan “senjata tajam” ke arah hewan kurban karena akan mengganggu kejiwaan mereka, direbahkan dengan cara yang humanis khas FIB, sampai ditutup matanya agar binatangnya tidak grogi.

Bahkan saat teman-teman sapi dari sapi yang sudah diposisikan mulai ricuh karena, mungkin, ngeri melihat dan membayangkan apa yang akan terjadi pada sohibnya itu, bapak-bapak macho ini tak kehilangan akal. Beliau meletakkan sekat bilik sebagai penghalang agar sohib dari si sapi ini tak sampai melihat hal yang “tidak-tidak.”

Ga bisa lihat... Ga bisa lihat...
Ga bisa lihat…
Ga bisa lihat…

Saya dan Suigetsu acungi jempol atas kepedulian Bapak-bapak macho ini. Pentingnya adab tak cuma berlaku pada manusia, tapi juga pada seluruh makhluk ciptaanNYA.

Sayangnya saya tak cukup hati untuk melihat proses finishing dari penyembelihan ini. Memaksa saya untuk meninggalkan lokasi lebih awal dan tak sempat mendokumentasikannya. Akan tetapi, dari apa yang sudah saya lihat, panitia kurban di FIB sudah menjalankan tugasnya dengan luar biasa dan istimewa.

Akhir kata, saya ucapkan AYO MASUK FIB AJA,   Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s