Inaugurasi 2015 (2115): Efek Samping

The Event

Di FIB (Fakultas Ilmu Budaya) UGM, setiap tahunnya diadakan rangkaian acara Inaugurasi. Kegiatan ini ditujukan kepada para mahasiswa baru FIB sebagai ajang bagi tiap jurusan untuk berkreasi dan berkompetisi secara sehat. Setelah melaui rangkaian acara tersebut, para maba akan secara “resmi” menjadi mahasiswa FIB.

Kami, maba jurusan Sastra Jepang, termasuk saya :”), secara mandatory ikut meramaikan inaugurasi ini. Pada awalnya, kami berkeinginan untuk meraih juara. Namun, seiring berjalannya waktu dan terbentur realita pahit yang ada, kami dengan sok bijak menyadari bahwa inti dari diadakannya inaugurasi ini tak hanya demi kemenangan.

Unity over Victory

Timbul konflik, PDKT, cinlok, baper, dan hal-hal trivial lainnya. Sifat asli kami pun mulai muncul ke permukaan. Sifat saya sendiri, sebagai seorang “control freak” juga sempat membuat teman-teman saya kurang nyaman. Sisi positifnya, semakin kami mengetahui celah masing-masing, semakin kami tahu bagaimana harus bersikap agar angkatan kami bisa berjalan selaras.

Mahasiswa Sastra Jepang yang “ajaib-ajaib” memang terlalu spesial untuk disamaratakan. Permasalahan yang muncul tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional. Bahkan itu juga berimbas pada konsep yang penampilan untuk inaugurasi kami.

Bermodalkan segala “keajaiban” dan semangat bushido yang kami miliki, mengumpulkan semua kehinaan dan kenistaan kami menjadi senjata unik tersendiri. Hasilnya, dengan asas “persatuan di atas kenistaan” membuat fondasi kami semakin kokoh.

The Infamous Effects

Tampil lepas demi menghibur penonton, menunjukkan jati diri kami sebagai mahasiswa Sastra Jepang, dan lebih mengenal satu sama lain menjadi efek utama dari diadakannya inaugurasi ini. Seluruh anak di angkatan tergerak, bekerja bersama, mulai dari para pemeran, anak kostum, dancer, dana usaha, PJ, sutradara, soundman, perkap, artistik, semuanya.

Efek sampingnya? Kami masuk dalam nominasi dan beberapa kategori dan juga meraih penghargaan untuk “Ide Cerita Terbaik.” Yay. Aneh juga sebenarnya, karena kami sendiri merasa cerita kami terlalu “ajaib” untuk diterima akal manusia pada umumnya. Wkwkwkwk.

Eh, No Pic = Hoax?

12375080_10206466342675202_2400665959426618894_o

Oke, sampai di sini saja dari saya. Vive La Historia!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s