#Throwback and Response: Kepribadian Ganda, Online & Offline

THE THROWBACK

Kepribadian Ganda, Online & Offline

(Dipost di blog lama saya pada Jumat, 20 September 2013)

http://bagusfarisa.blogspot.co.id/2013/09/kepribadian-ganda-online-offline.html

Di kehidupan nyata, saya hanyalah seorang remaja cupu, kurang gaul, dan yg lebih parahnya lagi, ga bisa ngomong sama perempuan (kecuali beberapa pengecualian). Kebalikannya, di dunia maya (twitter, fb, e-mail, apa kek. ) saya bisa ngungkapin pemikiran dengan lebih leluasa dan yg lebih hebonya lagi saya juga bisa ngobrol sama perempuan dengan mudahnya.

Hal ini mulai mengganggu saya, karena sebentar lagi saya akan memasuki jenjang pendidikan yg lebih tinggi ( kuliah ) yg pastinya akan sangat membutuhkan kemampuan bersosial yang lebih baik daripada sebelumnya.

Saya pun mencoba mencari solusi untuk masalah saya ini, karena taka da uang untuk konsultisasi ke psikiater jadilah saya rujuk ke Mbah Google. Setelah curhat ke search box-nya Mbah Google selama beberapa jam, akhirnya saya menemukan beberapa artikel yg sekiranya bisa membantu masalah saya ini.

Di sini akan saya bahas secara singkat tentang maslah ini:

Mengapa Bisa Memiliki Kepribadian Ganda ?

            Kepribadian ganda yg dimaksud di sini bukanlah kepribadian ganda yg seperti salah satu tokoh utama Serial TV Heroes ataupun X-men. Kepribadian ganda yg dimaksud di sini lebih seperti yg saya sampaikan sebelumnya.

Kepribadian Offline: Pendiam, tertutup, grogian, penakut dsb.
Kepribadian Online: Terbuka, pinter ngomong, berani mengajukan pendapat dsb.

Hal seperti ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

  1. Bisa menjadi siapa saja di dunia maya.
    • Di dunia maya kita tidak perlu malu dengan status kita yg asli di dunia nyata. Karena kita bisa menjadi apa aja yg kita suka, jadi anak alay atau bahkan anonim sekalipun.
  2. Kurang Pede
    • Biasanya orang kurang pede di dunia nyata disebabkan kurang menariknya penampilan mereka. Jadi biasanya orang – orang seperti ini memakai profil pic atau ava twitter dengan gambar, logo atau apapun yg bukan wajah aslinya (termasuk diri saya sendiri T,T).
  3. Lepas tanggung jawab
    • Orang berani berkomentar ataupu  beradu argumentasi di dunia maya dengan lebih leluasa karena menurut mereka ( saya juga)dunia maya sudah seperti terpisah dari dunia nyata. Sehingga orang – orang berpikir mereka bebas ngapain aja tanpa rasa bersalah. Yg terkadang dimanfaatkan untuk merusak nama baik orang lain ( yang ini saya ngga ngelakuin ).
  4. Ngebayangin orang lain dengan imajinasi sendiri
    • Secara psikologis, ketika orang membaca pesan dari orang lain, orang menganggap itu adalahsuara yg ada di kepalanya sendiri. Sehingga memudahkan untuk menjalin koneksi antara si pengirim dan si penerima.

Yang manakah kepribadian yang asli ?

            Hasil penelitian dari Departemen Psikologi Universitas Austin, Texas pada 2011 menyimpulkan bahwa kepribadian kita di dunia nyata dan di dunia maya, keduanya adalah ‘kepribadian asli’ kita. Mereka adalah dua aspek berbeda dari diri kita yang muncul di situasi yg berbeda. Jadi, itu bagaikan dua sisi koin dari dir kita ( kedengarannya keren ya. ). Kabar baiknya, kita bisa menggabungkan kedua kepribadian kita ini.

Ini beberapa hal yg bisa kita lakukan untuk menggabungkan kepribadian dunia maya dan dunia nyata kita:

  1. Memberi tahu teman online kita mengenai kepribadian offline kita.
  2. Memberi tahu teman offline kita mengenai kepribadian online kita.
  3. Bertemu dengan teman online kita secara offline.
  4. Bertemu dengan teman offline kita secara online.
  5. Memakai kepribadian online kita secara offline.
  6. Memakai kepribadian offline kita secara online.

Sampai saat ini saya sendiri juga masih mencoba untuk menggabungkan kedua kepribadian saya tersebut. Yang ternyata tidak semudah kedengarannya(atau emang gara – gara sayanya aja yang ga pede-an -_-). Bagi teman – teman yg punya masalah seperti saya, semoga tulisan ini bisa sedikit membantu :D.

 

***

THE RESPONSE

Saya sendiri sudah mencoba cara-cara yang saya sebutkan di atas. Bagaimana hasilnya? 2 tahun berlalu…. dan orang-orang yang baru mengenal saya tak akan percaya bahwa saya adalah seorang INTROVERT (atau sekarang malah punya dua kepribadian). Wkwkwkwkwk….

Faktanya, saya hanyalah introvert yang dibungkus oleh ekstroverisme yang amat kuat. Tapi mohon diingat, ini tak berlaku bagi semua orang. Hati-hati dalam mengutak-atik pikiran kita.

NB: Saya lupa link sumber pustaka untuk artikel ini, tapi kurang lebih artikel ini membahas hal yang serupa.

http://www.theguardian.com/media-network/2015/sep/24/online-offline-personality-digital-identity

Iklan

Satu pemikiran pada “#Throwback and Response: Kepribadian Ganda, Online & Offline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s