I Ain’t See That One Comin’

31 Desember, menjadi hari yang biasa-biasa saja, entah, bagi saya sendiri maupun kebanyakan orang. Tanggal 1 Januari tentu jauh lebih diminati. Awal tahun, menjadi tonggak awal rencana-rencana besar, resolusi hidup, move on menuju yang lebih baik.

31 Desember 2015. Hari ini pun berjalan seperti biasa. Saya berangkat ke kampus, lebih pagi daripada jadwal UAS yang tertera di kartu ujian karena ada rapat HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) divisi kominhum pada pukul 11.

Rapat berjalan lancar, membahas proker untuk setahun kedepan, saling bertukar ide gila, berkhayal, ngerandom. Beres seperti biasa.

Agenda selanjutnya, pukul 13.30 ada ujian choukai (ujian menyimak bahasa Jepang). Kondisi perut yang kosong, menjaga mata ini tak mengantuk selama ujian. 30 menit berlalu. Berakhir dengan kondisi kuping panas dan kepala pusing. Beres seperti biasa.

Jam masih menunjukkan pukul 14.00, Padahal agenda selanjutnya mash agak nanti, pukul 16.00.

Gabut, akhirnya saya memutuskan untuk utak-atik html untuk persiapan website HMJ, memanfaatkan fasilitas wifi kampus. Hampir dua jam penuh mata saya tak beralih dari layar, berkunang-kunang. DItambah dengan kondisi perut kosong, dan kondisi negatif dari kegiatan sebelumnya yang menumpuk secara kumulatif.

Pukul 16.00. Masuk pada agenda terakhir hari ini, rapat divisi acara untuk event HMJ. Mood saya sudah dalam kondisi mendung, mengingat koordinator divisi saya ini memberi indikasi bahwa akan ada hal yang “kurang mengenakkan” akan dibahas di rapat kali ini.

Long story short. Rapat berakhir terjebak dalam kondisi tak kondusif, koordinator divisi acara mengundurkan diri dan harus segera dicari penggantinya, dua dari anggotanya terjebak konflik personal dan tak kunjung reda sampai salah satu di antaranya pergi meninggalkan lokasi rapat. Beres seperti biasa? GUNDHULMU!!! Semua jadi kaca balau.

Saat terpikir keadaan tak bisa lebih buruk lagi, saya yang sedari tadi lebih banyak diam dan merenung, malah berada di ujung tanduk, terjebak antara opsi YA dan YA untuk menjadi koordinator pengganti. Sebuah tanggung jawab yang amat sangat besar, apalagi bagi saya, anak bawang di divisi ini. Di dalam angan sudah terbayang acara yang berantakan, semburan amarah dari para staff event, dan penanggung jawab event yang harus meringkuk di rumah tahanan (wut?!).

Tertunduk, terdiam, cuma itu tanggapan saya. Bergeming. Bingung.

Sampai…

“Kak Tur, aku ga minta apapun dari kamu sebagai Koor….

…cuma mau ngasih hadiah ucapan selamat ulang tahun buatmu!!!”

WUT???!!!

Kali ini saya masih, makin  bingung malahan. Mencoba menangkap apa yang sedang terjadi.

Beberapa detik berlalu. Saya mulai sadar, hari ini bukanlah hari yang biasa. Saya dikerjai habis-habisan sama teman-teman divisi acara. Semua tetek bengek masalah, mulai dari koor yang mengundurkan diri, konflik personal, semuanya hanya rekayasa.

I ain’t see that one comin’.

Belum lengkap nalar saya menangkap situasi, di depan saya sudah tersodor satu paket kado. Isinya? seperangkat alat sholat, dibayar tunai. Ditambah dengan pesan yang tercantum di sana.

P_20151231_181037
Ya, semoga saya segera dapat jodoh 🙂

Tak mampu saya menjawab pertanyaan itu. Saat ditanya kesan dan pesan setelah dikerjai, saya hanya bisa terdiam (lagi). Speechless. Karena itulah, saya menjabarkan isi pikiran saya di sini. Saat situasi jauh lebih kondusif.

Intinya, saya kagum dengan kualitas acting dari teman-teman saya. Artis-artis layar kaca Indonesia harusnya bisa lebih banyak belajar agar bisa seperti mereka. Yang pasti, saya bahagia beisa mendapat teman seperjuangan yang luar biasa. Mulai dari teman seangkatan, senpai, teman satu divisi, yang selalu bisa diandalkan dan selalu peduli.

Dan resolusi saya di umur yang ke 21 ini? Sepertinya saya harus belajar untuk lebih PEKA ;p

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s