#JurnalLinuxKu: #3 Komunitas dan Fitur

Pada postingan kali ini, akan sedikit banyak menjelaskan seluk beluk  dari dunia per-distro-an, dan juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengapa saya menjatuhkan pilihan pada Xubuntu.

Xubuntu, distro linux yang saya pilih dan gunakan, merupakan turunan dari Ubuntu, distro sejuta umat, sehingga memiliki basis pengguna yang lumayan banyak. Selain banyaknya pengguna, Ubuntu juga memiliki komunitas yang aktif dan bersahabat. Ini akan memudahkan bagi siapa-siapa yang menemui masalah. Kita bisa dengan mudah menemukan solusinya di forum-forum ataupun artikel yang sekiranya bisa membantu. Sekalipun tak mendapat solusi, paling tidak kita akan menemui orang-orang yang terganjal masalah yang serupa dan bisa mencari solusi bersama. Jadi, kita ga akan sendirian. :”)

Memang tidak semua komunitas seperti itu, ada beberapa yang tidak aktif, lebih tertutup, ataupun njelimet bagi pemula, namun komunitas seperti Manjaro maupun Archlinux juga bisa menjadi referensi dan tempat nongkrong yang ser dalam mempersakti ilmu kita.

Selain komunitas yang bagus, Xubuntu juga memberi kemudahan dalam meng-install aplikasi-aplikasi yang diinginkan dengan tampilan grafikal.

Screenshot_2015-12-30_21-02-37
Mirip Play Store, gitu.

Fitur seperti ini tentu akan sangat membantu bagi para pendatang baru, walaupun saya sendiri lebih suka memakai command line ketika ingin mengutak-atik sesuatu.

System setting yang ada di Xubuntu juga mudah diakses dan ga bikin pusing. Ini kontradiktif dengan anggapan orang pada umumnya bahwa sistem operasi berbasis linux.

Yang orang anggap seperti ini:

hacking-01-matrix
Welah, dalah…

Padahal sebenarnya udah kaya’ gini:

Screenshot_2015-12-30_22-10-44
“Control Panel”nya…

Jadi, tak perlu takut untuk mengeskplorasi distro-distro linux yang ada karena sebagian besar sudah mengimplementasikan fitur-fitur dengan tampilan grafikal. Dari tahun ke tahun sistem operasi berbasis linux juga semakin bersahabat, Xubuntu salah satunya, Meskipun masih ada satu-dua hal yang perlu untuk “ditambal”tentunya.

Yup, “tambalan-tambalan” ini bakal jadi topik pembahasan selanjutnya.

CUSS…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s