#SPP: Kagok

Saya ada di Jogja, berletak di negara Indonesia yang masyarakatnya tengah panas-panasnya ngurusin bakal calon gubernur Jakarta, seakan-akan Indonesia sudah kekurangan tempat yang tertinggal secara sarana, susah air, pangan, listrik, maupun pendidikan yang harus diurus. *Cuih, media.

Faysal, teman SMA saya, orang Togo, negara di Afrika, benua yang selalu distereotipkan dengan hal-hal nelangsa, sekarang berada di Istanbul, sebuah kota di negara Turki. Negara di mana baru-baru ini di ibukotanya ada bom meledak, yang sayangnya tak mendapat simpati dari dunia secara layak karena bukan salah satu tempat wisata orang-orang borjuis bulan madu dan tak mendapat ekspos yang cukup. *Sekali lagi, cuih, media.

Mengesampingkan berapa “cuih” yang sudah saya kemukakan di awal postingan ini, saya cukup kaget, senang, dan kagok. Kenapa? Karena teman saya Faysal menelepon saya, via internet, menanyakan kabar saya, saya menanyakan kabarnya, dengan bahasa Turki. Sudah cukup lama saya tak memakai bahasa tersebut, menyebabkan pembicaraan saya sering tersendat karena diksi yang mulai memudar dan pola kalimat yang mulai uwar. Intinya, saya senang dia baik baik saja, dan semoga akan terus baik-baik saja karena saya masih ada janji yang harus saya tepati kepadanya. *Kaya’ anime aja.

Görüşürüz!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s