RemixOS: Sebuah Edo Tensei

Mondai

Beberapa pekan terakhir ini banyak hal terjadi. Di saat tugas dan kerjaan melakukan agresinya ke dalam pikiran saya, laptop sekaligus partner saya harus tewas di medan pembantaian karena masalah di organ dalamnya, yaitu Hard Drive-nya mati total, mak pet. Biaya untuk melakukan transplantasi organ juga amat sangat mahal bagi saya, seorang serdadu pendidikan berpangkat rendah yang sedang bertugas di tanah perantauan.

Intinya, saya kelimpungan.

Beberapa solusi alternatif saya coba. Opsi pertama adalah mengetik semua tugas dan kerjaan saya di smartphone, yang lama kelamaan membuat jempol saya kebas. Kemudian saya mencoba menyambungkan keyboard eksternal dengan smartphone saya. Yang saya butuhkan hanya lah membeli kabel USB OTG sebagai konektor. Tetapi, pada akhirnya saya tak jadi beli karena harganya sama dengan biaya saya makan selama 2 minggu. Meminjam laptop teman juga bukan solusi yang tepat karena kebanyakan dari kerjaan saya berlandaskan ide-ide kreatif yang bisa datang dan pergi sewaktu-waktu secara impulsif. Jadi, akan tak beretika lah saya jika menggedor-gedor pintu kosan teman saya jam 1 dini hari cuma untuk menulis puisi.

Kotae

1453359882184_42msdu_en2-1
Sumber: jide.com

Semua kans sudah saya coba, ada yang gagal, ada juga yang lumayan berhasil walau dengan susah payah. Sampai pada akhirnya solusi alternatif itu terbersit di pikiran saya yang sedang bodoh-bodohnya karena dua hal, micin dan dia *aih.

RemixOS jawabannya.

RemixOS adalah sebuah sistem operasi berbasis Android, yang juga berbasis Linux, sesuatu yang sudah menemani hari-hari saya. Bedanya, Remix OS memiliki tampilan yang disesuaikan dengan PC sehingga memudahkan penggunanya yang tidak memiliki fitur layar sentuh bawaan di laptop ataupun komputernya.

Basisnya dari Android, membuat RemixOS memiliki pilihan aplikasi yang sangat banyak. Tugas-tugas saya, bisa saya kerjakandi Polaris Office, aplikasi office gratisan dengan fitur yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan saya.

Tapi, dari semua itu. Ada fitur yang amat krusial, yaitu “BISA DI-INSTALL DI USB FLASHDRIVE.” Ya, itu menjadi jawaban dari hard drive saya yang mati total. Menjadikan USB flashdrive Toshiba berukuran 8GB sebagai internal memory bagi laptop saya bukanlah sebuah ide yang buruk. Sebuah edo tensei berhasil dilakukan hanya dengan beberepa langkah sederhana

Tentu saja RemixOS memiliki banyak bug dan kekurangan. Satu, karena RemixOS masih dalam tahap Beta, dan dua, karena sehebat-hebatnya Android, itu belum bisa menggantikan sepenuhnya sistem operasi yang memang didesain untuk PC.

Akan tetapi, mengesampingkan semua itu. Saya sudah cukup puas karena jari-jari saya sudah bisa luwes menggerayangi tuts keyboard laptop saya lagi. Tak perlu lagi ada jempol-jempol yang berdebar-debar karena terlalu lama bertubrukan dengan layar smartphone.

***

Postingan ini saya ketik di Google Chrome di RemixOS.

Bukti?

Screenshot_2016-04-20-06-58-48

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s