Kenal & Sayang

Kesambet hasutan siapa, saya kemarin malam (23 April 2016) menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh KMHD (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma) UGM. Acaranya, Dharma Santhi, berupa sebuah diskusi bertemakan “Bersinergi dalam kebhinnekaan.”

Acara ini adalah penutup dari rangkaian acara KMHD dalam beberapa waktu ini. Dimulai dari Try-Out SBMPTN, parade ogoh-ogoh, Nyepi Kampus, sampai pada Dharma Santhi ini. *Saya agak lupa rangkaian acaranya 😐

Dharma Santhi, mengutip dari Ibu Dwikorita, rektor UGM, bisa disamakan dengan acara “halal bi halal,” di mana orang-orang yang
telah menyelesaikan rangkaian upacara Nyepi, menuntaskan Tapa Brata Penyepian, untuk kembali kehidupan sosial masyarakat, bersilaturahmi.

Sistem ticketing dan registrasi peserta untuk acara ini juga keren. Memanfaatkan situs evenbrite.com, membuat informasi mengenai acaranya lebih mudah diakses dengan tampilan muka yang sederhana. Dekorasi dari kegiatan juga cetar luar biasa. Gerbang sebagai sambutan di muka gedung PKKH menyambut dengan indah, ditambaha dengan semerbak dupa menemani malam minggu ini. Desain panggung juga apik, menghibur mata dengan nada yang Bali banget.

image
Dok. KMHD UGM

Sebenarnya saya agak deg-deg-ser menghadiri acara tersebut. Konsep acara bersifat formal, dan saya menjejakkan kaki di sana dengan rambut baru saja disemir merah menyala mirip klan Uzumaki. Untungnya saya datang bersama teman “sejenis” saya. Sehingga saya tidak sendiri dalam kecanggungan ini.

Acara resmi dimulai dengan pembukaan dari Rektor UGM, Ibu Dwikorita. Beliau membukanya dengan sedikit pesan yang berbau-bau soal kebijakan semisal *uhuk Bonbin dan UKT. Itu sepenangkap saya, kurang tahu jika beliau ternyata menyindir yang lain.

Lanjut.

Diskusi, sebagai acara utama pun dimulai. Para pemantik diskusi ini terdiri dari nama-nama beken di dunia akademik dan kerohanian. Pun moderatornya yang jenaka dengan lincah mampu membimbing jalannya sambil menjaga agar diskusi tak menjadi kaku.

Sebenarnya tema yang diangkat amat menarik, namun sebagian besar pembicara diskusi terlalu banyak menitikberatkan pada intoleransi, terutama dalam hal agama. *Saya baru tahu kalau Yogyakarta adalah kota paling intoleran nomer 2 di Indonesia ._. Padahal masih banyak aspek-aspek lain, semisal kebudayaan, yang bisa dibahas dalam diskusi ini.

Meskipun begitu, saya mendapat percikan-percikan pencerahan dari diskusi ini. Salah satunya adalah konsep “Ngopi Bareng” yang diceletukkan oleh salah satu pembicara.

Masyarakat kita, makin lama makin kekurangan ruang publik. Area di mana orang-orang bisa berinteraksi secara langsung, tak termakan oleh isu, hoax, pesan provokatif di internet, ataupun blow-out yang kurang cerdas dari media. Interaksi langsung, salah satunya ya dengan “Ngopi Bareng” tersebut, terutama oleh masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras, sangat krusial sebagai sarana saling mengenal. Semakin kita mengenal satu sama lain, semakin tahu pula bahwa kita bisa berbaur, bersatu padu dalam keberagaman ini. Thus (mengikuti gaya dosen Dasar-Dasar Ilmu Budaya saya), muncullah rasa sayang dalam kebhinnekaan di antara kita.

Saya memang tertarik dengan keberagaman yang ada di muka bumi, terutama bumi Indonesia. Memperhatikan serta mempelajari setiap detil yang ada menjadi kesenangan tersendiri bagi saya. Meskipun begitu, sebagai seorang muslim, dan berusaha menjadi yang baik, tentu tak boleh melupakan kewajiban saya.

Acara diskusi ditutup dengan hiburan dan makan-makan. *ena’-ena’

Tak lupa juga saya berfoto dengan panitia yang juga teman sejurusan saya.

image
Kok, rambut saya ga keliatan merah, ya?

***
Jadi, kapan kita “Ngopi Bareng”???

Iklan

Satu pemikiran pada “Kenal & Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s