Wajah Muria: Anjang Sana ke Pameran Tetangga

Dulu…

Dulu banget… Saya bercita-cita menjadi seorang arkeolog. Waktu berlalu, beras pun telah menjadi nasi. Saya justru menjadi mahasiswa yang bertetangga dengan program studi arkeologi.

Meskipun begitu, minat saya terhadap penggalian, eksplorasi, dsj. masih lah ada.

Hari ini (Rabu, 16 November 2016) saya mampir ke sebuah pameran yang diadakan oleh himpunan mahasiswa prodi arkeologi. Mereka menampilkan temuan-temuan yang mereka dapat selama menjelajah gunung Muria dan daerah-daerah sekitarnya.

Dari berbagai macam hal menarik di wilayah kota Jepara tersebut, ada satu hal yang menarik hati saya, yaitu KOPInya. ☺

Kopi yang khas di sana bernama kopi Tempur ― sama dengan nama desa di mana kopi itu ditanam sampai dipanen.

Setelah melalui proses panen, kopi berjenis robusta ini diolah menjadi tiga jenis olahan, yaitu kopi original, kopi fermentasi, dan kopi kapulaga.

Masing-masing kopi memiliki aroma yang khas, menyesuaikan dengan cara prosesnya.

Saya mengakhiri “lihat-lihat” saya dengan rasa kagum plus iri. Kagum karena masih banyak hal yang bisa digali dari negeri kita tercinta ini, dan iri karena prodi saya tidak ada kegiatan ekspedisi, dsj.

Yah, gitu.

Iklan

4 pemikiran pada “Wajah Muria: Anjang Sana ke Pameran Tetangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s