Sunrise Trip

Apa yang terlintas jika mendengar kata sunrise dan trip? Kebanyakan akan membayangkan soal gunung, pantai, atau area wisata lainnya yang biasanya sudah dibranding sedemikian rupa agar mampu memberikan kesan sebagai tempat paling indah untuk menyaksikan terbitnya sang fajar.

Tapi apakah semua hal yang berbau “matahari terbit” membutuhkan kocek yang tebal atau usaha eksta untuk menikmatinya? Saya kira tidak.

Pada hari Sabtu kemarin (11 Feb 2017), saya diajak oleh dua teman saya, Putri dan Fayna, untuk nggowes alias bersepeda  pagi ke Malioboro. Saya sih ikut-ikut aja karena setiap hari saya bersepeda dan tiap hari pula saya secara ajaib bangun pukul tiga.

Kami pun sepakat untuk berkumpul dulu di daerah Tugu Jogja.

Hari Minggu, lumayan pagi, saya sudah berada di tempat yang disepakati, sendiri. Sambil menunggu kedatangan teman-teman, saya memperhatikan situasi sekitar Tugu yang masih sepi.Terlihat aktivitas beberapa penjual angkringan yang tengah membereskan lapak mereka. Ada juga yang wara-wiri dari dan menuju pasar pagi.

photo_2017-02-13_03-36-38
Tugu Jogja Sunyi (sumber: dok. pribadi)

Beberapaa (belas) menit berselang. Putri dan Fayna akhirnya muncul juga. Perjalanan pun dimulai. Sebenarnya ini bukan sebuah perjalanan mengejar terbitnya matahari. Menurut saya, mengapresiasi terbitnya matahari bukan hanya soal melihat secara literal bola gas raksasa itu muncul dari ufuk timur, tapi bisa juga dengan menikmati aktivitas yang ada di pagi hari, yang belum terjamah hiruk-pikuk kegiatan a la perkotaan. Melihat Jogja dari perspektif yang lumayan berbeda.

Sesampainya di Malioboro terus ngapain? Awalnya kami memang tidak punya rencana. Jadi, secara dadakan kami gowes ke Selatan. Dan karena saya (lumayan) buta arah, saya membuka Google Maps untuk berjaga-jaga. Cuss.

Di Tamansari

 

photo_2017-02-13_03-36-23
Berfoto Alay #1
photo_2017-02-13_04-13-13
Berfoto Alay #2

Di Alun-Alun Kidul

 

photo_2017-02-13_03-36-35
Belajar bikin Rasengan untuk ujian Chuunin
photo_2017-02-13_03-36-41
Nonton Senam
photo_2017-02-13_04-11-06
Ikut Senam

Pas balik…

photo_2017-02-13_03-36-31
Terkagum-kagum melihat mbah-mbah naik unicycle

Yha. Gitu deh pokoknya. Karena kegiatan ini tidak diniatkan untuk olahraga, setelahnya kami malah menyantap soto babat sebagai obat pantat yang mulai sakit karena terlalu lama ngankring di atas sadel.

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “Sunrise Trip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s