Tuhan Sang Pemisah Hati

Dua dalam satu
Roh di dalam raga
Kepanasan dalam dingin
Berontak seiring laju kereta

Berpasang mata memperhatikan
Beragam tangan berusaha memisahkan
Nasib makhluk tiada daya
Dua tetap dalam satu

Belasan lidah membuah bibir
Belasan lain mencuap gurau
Satu dua menangkap rupa
Tujuh delapan memilih tak indah

Sang Pemisah Hati memisahkan
Lewat doa seorang pemuda
Kini satu dalam satu
Dan satu pergi ke mana?

***
Ditulis saat melihat orang kesurupan di dalam gerbong kereta api Gaya Bru Malam dari Lempuyangan ke Jatinegara.
21 Maret 2017, bertepatan dengan Hari Puisi Dunia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s