Berbuka Bersama Bajingan

Awal Ramadhan ini, saya dua kali berpetualang bersama Rizqi untuk berburu takjil. (bisa dilihat di sini dan di sini, ya). Namun tidak untuk kali ini, saya berbuka sendiri karena Rizqi lagi ada janjian buka bersama.

Alhasil, saya pun mencari tempat makan. Kriteria saya dalam memilih tempat makan sebenarnya cukup sederhana: murah, enak, tur halal. Itu memang kombinasi yang susah untuk ditemukan. Namun, karena saya gampang doyan berbagai macam makanan, dan di Jogja mudah ditemui makanan halal, saya tinggal mencari yang sesuai dengan kritetia satunya lagi. Iya. Murah.

Pada postingan kali ini saya ingin membagikan salah satu warung makan yang masuk dalam kriteria saya.

***

Sate bajingan namanya.

Kata teman saya saat memberi tahu ada tempat makan yang murah. Itu bukan nama aslinya melainkan nama yang diberikan oleh teman-temannya teman saya yang sering makan di situ. Kata “bajingan”-nya pun berkonotasi positif sebagai sebuah ungkapan melebih-lebihkan.

Contoh:
“Bajingan, ayune pol.”
“Bajingan, enak tenan.”

dsb.

Untuk kasus ini, kata “bajingan” menegaskan betapa murahnya sate tersebut. Menu di sana memang murah meriah. Harga satenya Rp700/tusuk, gorengannya 500-an, dan nasi plus sayur 3000 rupiah. Jumlah nasinya pun masuk akal menurut saya untuk harga segitu.

Satenya memang lebih kecil dari sate kebanyakan. Kalau sate adalah manusia biasa, makan sate bajingan ini adalah hobbit. Karena ukurannya, sate ini menjadi nyaman digenggam dan cukup ergonomis untuk dilahap langsung bulat-bulat. Tinggal lep, kalau kata Deddy Mizwar yang saat ini masih bingung nyari dekengan parpol untuk nyalon di Pilgub Jabar 2018 nanti. Ukurannya yang mungil juga nyaman di kantong, baik secara harfiah atau tidak.

Singkat cerita, tanggapan saya positif mengenai sate bajingan ini. Warung makan yang seperti ini lah yang membuat Jogja masih disayang oleh para perantau dari kampung yang datang untuk menuntut ilmu di kota pelajar ini.

Ada lagi yang menarik dari sate bajingan ini, yaitu sisem pernghitungan harganya. Misalnya, jika kita membeli 6 tusuk sate bajingan, harga yang seharusnya Rp4.200 akan digenapkan menjadi Rp4000 rupiah. Penggenapan juga bisa terjadi ke atas. Saat itu saya membeli 2 tusuk sate, dan Harga aslinya yang Rp1.400 itu digenapkan menjadi Rp1.500. Jadi, kalau makan di sana, saya selalu hitung-hitung biar digenapkannya menjadi lebih murah.

Anak kost banget, ya?

Yo, ben.

Iklan

Satu pemikiran pada “Berbuka Bersama Bajingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s