STAN!

eminem-perform-on-mtv-awards-2014-billboard-1548
sumber: billboard.com

Beberapa waktu yang lalu, kata “stan” resmi masuk American Oxford Dictionary.

Weleh, stan almamaternya Gayus Tambunan itu, Gus? Sangar tenan, sampai diabadiakan di kamus segala.

Ya jelas bukan.

Atau yang dikurung selama bulan Ramadhan itu?

Haha.

Ra lucu.

Kembali ke “stan” ini tadi.

Kata tersebut berasal dari lagu Eminem, berkolaborasi bersama Dido, yang dirilis pada tahun 2000 dengan judul yang sama. Ga tahu siapa Eminem? Yah, ketahuan deh tuanya saya.. :”)  Eminem itu rapper berkebangsaan Amerika yang keren bingitz, deh, pokoknya, dan lagu “Stan” ini adalah salah satu mahakarya beliau. Kalau dibandingin sama Young Lex? Hmmm, saya ga mau komen. Tiap insan yang lahir di dunia ini punya jalannya masing-masing. Hehe.

Lagu Stan menceritakan tentang seorang penggemar bernama Stan yang sudah terlalu berlebihan dalam mencintai tokoh idolanya, yaitu Eminem (dalam lagu ini bernama Slim Shady, nama panggung lamanya). Tindakan Stan ini sudah cukup berlebihan, mulai dari mem-bleaching rambutnya biar warnanya sama kaya idolanya, mencak-mencak saat suratnya ga dibalas sama Eminem (jaman segitu belum ada twitter), nempel posternya Eminem di seluruh kamar, dan yang terakhir, Stan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan menceburkan diri ke dalam sungai karena merasa tidak diacuhkan sama idolanya. Lebih parahnya lagi, Stan mengikat dan memasukkan istrinya yang hamil ke dalam mobil yang ia kendarai.

Semua kejadian tragis tersebut terpatri lengkap dalam lirik lagu Stan. Videonya juga bisa dicek di Youtube, tapi banyak sensornya. Kalau mau yang lengkap, cari yang versi explicit-nya.

Setelah lagu ini dirilis, jadi tenar, dan dinobatkan sebagai salah satu lagu rap terbaik, masyarakat mulai memakai istilah “stan” untuk menunjuk penggemar yang berlebihan dalam menggemari idolanya. Kalau dipikir-pikir, orang-orang seperti itu justru semakin bertambah banyak spesiesnya, saling membentuk komunitas, dan menganggap diri mereka masih di ambang batas “normal.”

17 tahun berlalu semenjak lagu tersebut dirilis, kata “stan” pun masuk ke jajaran kata-kata baku bahasa Inggris Amerika, dengan definisi:

An overzealous or obsessive fan of a particular celebrity.

Selebriti yang dimaskud bisa siapa saja. Mau member dari idol group (inget, ya, idol group, bukan girl band, nanti saya dimarahin temen saya soalnya), tokoh 2D yang berakhir sebagai sarung guling dan dipeluk dalam dekapan ketiak pria jomblo berusia 30-an, atau mungkin juga vocaloid non-maujud dengan suara cempreng yang menggetarkan hati, atau bahkan isi sempak dompet penggemarnya.

Intinya, saya ga terlalu asing, sih, dengan konsep “stan” ini.

Soalnya saya kuliah sastra Jepang.

Yah, gitu deh pokoknya.

***
Referensi

http://www.vulture.com/2017/06/stan-coined-by-eminem-has-been-added-to-the-dictionary.html

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s