Saya Tidak Salah Pilih Kost-Kostan

Berpindah-pindah menjadi hal yang lumrah bagi saya. Terbukti dari lokasi SD, SMP, SMA hingga Universitas tidak berada dalam satu desa yang sama. Bukan hanya tempat saya belajar yang berpindah-pindah, tempat saya bernaung selama kuliah di Jogja pun juga gonta-ganti.

Awal kedatangan saya di Jogja, saya tinggal di sebuah asrama di Pogung Baru. Tempatnya deket dengan UGM, tapi jauh dari fakultas saya. Jalanannya pun penuh dengan polisi tidur yang sungguh aduhai jendolannya. Tapi itu tidak berlangsung lama, cuma satu semester. Lalu saya berhijrah ke Pogung Lor, lebih jauh lagi jaraknya dengan kampus daripada tempat bernaung saya yang lama. Di Pogung Lor banyak tempat makan yang enak-enak. Meskipun bergitu, banyak tempat makan yang belum pernah saya cicipi, Martabak Pandega misalnya. Di Pogung Lor ini saya mengontrak rumah bersama dengan anak-anak dari kampung halaman saya, Tulungagung.

Kost Exclusive Jogja
Kost Ena-Ena (sumber: twitter.com/maleo_kostel)

Akan tetapi, akhir semester lalu kontrak saya dengan rumah kontrakan yang di Pogung Lor sudah hampir habis. Saya tidak berniat memperpanjang kontrak tersebut karena kasihan sama sepeda saya, dan saya juga ingin merasakan tempat bernaung yang belum pernah saya coba – asrama dan kontrakan sudah pernah – yaitu sistem kost-kostan. Oleh karena itu, saya berniat mencari tempat bernaung yang baru.

Kost Exclusive Maleo sebenarnya menjadi pilihan yang ideal bagi kaum-kaum burjois borjuis seperti saya ini. Namun saya pikir-pikir lagi. Saya ini jarang nonton TV, jadi apa gunanya TV kabel di dalam kamar dengan ratusan channel kalau tidak saya tonton kecuali FTV, hehe. Saya juga merasa paketan internet dari kartu smarfren saya sudah mencukupi, ditambah lagi ada wi-fi di kampus, lalu buat apa kostan saya ada wi-fi-nya segala, kalau kata guru fiqih saya itu namanya israf.

Lalu fasilitas kamar mandi dalam. Saya kalau dirata-rata mandi dan boker sehari paling cuma 1,2311994 kali (dibulatkan menjadi 1) sehingga membuat kamar mandi saya lebih sering menganggur. Apalagi kamar mandi adalah salah satu tempat nongkrongnya dedemit (HR. Ibnu Majah: 292).

Begitu juga dengan iming-iming adanya air hangat, saya lebih memilih kesegaran mandi dengan air dingin untuk Jogja yang semakin panas ini. Gimana dengan fasilitas AC? Apalagi itu, saya kuliah di ruang yang AC-nya merek Daikin aja udah meler sedemikian rupa.

Jadi, dengan pertimbangan tersebut, saya harus menolak tawaran Kost Exclusive Maleo untuk menjadi tempat saya bernaung. Hal tersebut bertentangan dengan desas-desus bahwa saya tidak memilih Kost Exclusive Maleo karena tidak punya uang. Saya konfirmasi sekali lagi, bahwa hal tersebut ada benarnya juga salah.

Saya melanjutkan pencarian kostan baru. Lalu saya mendapatkan kabar dari teman sejurusan saya, identitasnya saya rahasiakan, jadi sebut saja Bangun. Bangun memberitahu saya bahwa kostannya ada yang kosong. Wes hewes hewes, tanpa fa fi fu, saya langsung ambil. Letaknya di Pogung (lagi), tepatnya di Pogung Rejo dekat Gereja Pantekosta Jama’ah El-Elyon.

Fasilitasnya? Macam-macam, ada kucing blasteran persia yang pesek itu dan kucing domestik, namanya Ciyo. Sekarang Ciyo sudah punya anak, dua. Yang pertama adalah anak angkat, kucing domestik bernama Belang, dan satu lagi anak kandung yang belum saya ketahui namanya. Meskipun begitu, Ciyo tidak pernah membeda-bedakan kedua anaknya tersebut. Sungguh keibuan sekali Ciyo ini. Unyu pula. Sama kaya dia  :3.

Lalu ada fasilitas rooftop yang cozy. Dari depan kamar, saya bisa menyaksikkan indahnya senja tanpa terkena tedeng aling gedung-gedung ngeselin segedhe gaban yang jadi polusi mata macam Apartemen Uttara, Apartemen Melati, dsj. Enak, deh. Sambil ngopi nge-Hilo, gitu

Lalu ada lagi, dan ini yang paling utama, ibu kost saya baik banget. :”)

Alkisah, beberapa hari yang lalu saya balik kost sekitar jam 1 dini hari. Kan bulan Ramadhan, tuh. Tetapi sudah saya niat ingsun-kan kalau saya bakal langsung tidur dan ga usah sahur sekalian. Udah tepar soalnya. Namun alarm hape buat bangunin sahur tidak saya matikan.

Jam 3.30-an saya terbangun, karena alarm hape saya, ketukan pelan di pintu kamar saya, dan suara pelan Ibu Kost saya dari baliknya.

“Mas Guntur, tolong dibuka pintunya.”

Awalnya, saya kira suara alarm hape saya mengganggu penghuni kost lain, yang notabene tinggal saya dan keluarga Ibu Kost. Saya pun buru-buru mematikan alarm, dan segera membuka pintu.

Saat pintu saya buka, saya mendapati Ibu Kost saya membawa sepiring makanan dan segelas besar teh panas. Kata beliau, makanan itu untuk saya sahur, beliau masaknya banyak soalnya. Beliau bilangnya, kasihan saya sendirian di kostan, yang lain sudah pulang ke kampung halaman.

Saya terharu.

Amat terharu.

Begitu juga sore hari ini. Selepas sholat ashar saya mengatur strategi untuk berbuka puasa nanti; ke masjid untuk berburu takjil, atau cari tempat makan yang nasinya banyak biar bisa sekalian rapel sahur.

Waktu berbuka semakin dekat, saya masih bingung soal mau buka apa, dan juga bingung sama netizen yang percaya sama “Pelurusan Sejarah Patih Gaj Ahmada.”

Hadeuh.

Lalu, bagaikan strawberry moon yang begitu anggun dan datang secara tak diduga. Ibu Kost saya muncul di depan kamar kost saya sambil membawakan sepiring nasi, sepiring lauk, dan segelas besar teh panas.

“Niki, Mas, damel buka.”

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-rahman: 55)

Lalu saya berpikir, untung saya sengaja ngga milih Kost Exclusive Maleo.Gimana jadinya kalau saya jadi bernaung di sana? Pasti akan ada banyak hal yang saya lewatkan.

Kecuali jika kost elite tersebut mau merombak strategi marketing, memasan baliho segede puya Apartemen Uttara dengan menambahkan tulisan di poin fasilitas:

  • IBU KOST BAIK HATI SEBAGAI PENGGANTI FIGUR ORANG TUA DI PERANTAUAN

Eh, tapi tetep aja, deng, saya males. Udah nyaman sama yang sekarang soalnya.

Iklan

Satu pemikiran pada “Saya Tidak Salah Pilih Kost-Kostan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s