Warkop Cumlaude dan Semangat Pergerakan Kiri

Meskipun saya (sementara ini) berhenti minum kopi, beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk main ke salah satu warung kopi hits di dekat area kampus Universitas Indonesia. Warung Kopi itu bernama “Warkop Cumlaude.” Dari namanya saya sudah kental nuansa mahasiswanya, kan? Apakah tingkat kehadiran mahasiswa di tempat ini akan berpengaruh pada prestasi akademiknya?

Tenang~ Itu semua tidak akan saya bahas di sini.

***

Pada petualangan kali ini, saya ditemani oleh (lagi dan lagi) Akbar Rizqi Dhea Habibi.

Sebenarnya tujuan utama kami main ke sana adalah untuk mencari tempat menginap. Karena kebanyakan masjid saat ini digembok setelah sholat isya’, serta warnet dan hotel tidak terlalu bersahabat dengan budget kami, akhirnya kami memilih tempat ini.

Saat mendengar kata “warkop”, otak kami langsung tergiring ke imej cafe-cafe di Jogja yang dilihat dari harganya lebih mending duitnya ditabung untuk bayar UKT saja. Namun Hasna, mbakyu-nya Rizqi yang native UI, bilang kalau warkop di daerah UI itu lebih mirip burjo di sekitaran UGM. Untuk lebih yakin lagi, kami disuruh mengecek menu warkop tersebut di situsnya, warkopcumlaude.com/our-menu.

photo_2017-08-13_21-44-47photo_2017-08-13_21-44-50

Dan ternyata benar, mirip burjo tapi plus-plus. Kami pun sepakat untuk menghabiskan malam di sana.

Lalu, apa plus-plusnya? Warkop yang terletak diJl. H. Amat No.1, Kukusan, Beji, Kota Depok ini buka 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Bahasa kerennya, 24/7. Selain itu, juga ada fasilitas colokan dan wifi listrik. Selain itu, menu yang ditawarkan juga lebih beragam dengan branding yang catchy.

Berbeda dengan aa’ burjo yang dresscode-nya kaos oblong, para koki di warkop ini memakai baju a la chef dan waitressnya juga memiliki dresscode tersendiri. Selain itu, mereka juga menerapkan konsep open kitchen alias proses masaknya bisa dilihat langsung oleh para pelanggan. Untungnya warkop ini tidak masuk acara Hell’s Kitchen sehingga tidak ada piring yang melayang ataupun sumpah serapah terdengar.

photo_2017-08-13_21-44-44.jpg

Kebanyakan dari pelanggan warkop ini adalah mahasiswa. Mereka biasanya menghabiskan waktu di sana untuk mengerjakan tugas ataupun diskusi yang kadang membutuhkan waktu yang tidak singkat serta asupan kafein dan indomie yang memadai. Tempat yang luas berdinding anyaman bambu serta bangku-bangku kayu  panjang dan juga area lesehan, membuat pelanggan semakin betah, bahkan sampai memasuki fase REM.

Menurut mbakyu-nya Rizqi, warkop ini tidak pernah sepi. Lebih tepatnya, pelanggannya tidak pulang-pulang. Untungnya kami datang saat perkuliahan belum mulai di UI, sehingga tempatnya lumayan lengang dan kami bisa mendapat area lesehan.

Menjalankan rencana untuk menginap, kami pun memesan beberapa item di menu sebagai formalitas. Setelah hidangan habis disantap, kami pun berusaha untuk tidur senyenyak mungkin. Rizqi, meskipun tidak nyenyak, sudah meletakkan kepalanya di atas meja, sedangkan saya, anehnya tidak juga bisa memejamkan mata hingga pukul 2 dini hari. Lalu saya memesan semangkuk Indomie jomblo rebus dan teh panas yang lebih cocok dinamai “teh hangat-hangat kuku.”

Sambil menyeruput kuah mie yang lebih panas daripada tehnya itu, saya membayangkan nikmatnya teh yang panas mengepul dengan tempe kemul bakar angkringan milik Pak Kumis Pogung Lor.
Yha. Pada akhirnya, angkringan tetap yang tebaik.

***
Sek, sek, sek.

Terus, di mana soal pergerakan kirinya? Apa judulnya cuma clickbait untuk kaum sumbu pendek maupun fanatis kiri?

Hmm… mungkin iya. Tapi saya tidak sepenuhnya salah, kok. Cek saja slogan dari warkop ini.

“Forget the Class”

Terdengar tidak asing, bukan?

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s