Malioboro dan Pantomim yang Dibubarkan

Karena kemarin lusa gagal nonton Via Vallen, saya jadi lumayan kecewa. Keesokan harinya saya lebih banyak menghabiskan waktu di kost, bukan karena sedih dan meratapi nasib, tapi sibuk benerin rem sepeda.

Malamnya saya pun keluar kandang karena ada keperluan di printshop. Setelah itu, saya tiba-tiba pengen gowes ke Malioboro, sekalian menikmati malam Jogja yang akhir-akhir ini terasa lebih dingin karena rindu angin Muson. Di tempat saya, Tulungagung, hal ini biasa disebut dengan mbediding.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tiki-Taka Pulang Kampung

Hubungan saya dengan mudik itu mirip dengan lagunya Naif yang berjudul Benci untuk Mencinta. Selama kurang lebih 10 tahun (hampir setengah dari usia saya) saya habiskan di perantauan. Oleh karena itu, tiap pulang kampung menjadi tradisi yang dengan penuh rasa cinta saya lakukan. Sayangnya, sarana transportasi pas jaman saya SMP dulu itu masih ga sebagus sekarang sehingga bikin saya agak benci untuk melakoninya. Baca lebih lanjut

Nggelandang: Solo

Jarang-jarang saya bisa bangun pagi-pagi. Apalagi beberapa hari sebelumnya keseringan bangun kesiangan. Namun pagi ini berbeda. Mata saya sudah tidak kriyip-kriyip lagi pukul 2.30 pagi.

Pagi itu saya asyik bersiap diri, memaskukkan beberapa keperluan dan uang seadanya, dompet, dan hape yang ter-charge penuh. Hal ini saya lakukan dengan satu niat ingsun:

Nggelandang. Baca lebih lanjut

Sunrise Trip

Apa yang terlintas jika mendengar kata sunrise dan trip? Kebanyakan akan membayangkan soal gunung, pantai, atau area wisata lainnya yang biasanya sudah dibranding sedemikian rupa agar mampu memberikan kesan sebagai tempat paling indah untuk menyaksikan terbitnya sang fajar.

Tapi apakah semua hal yang berbau “matahari terbit” membutuhkan kocek yang tebal atau usaha eksta untuk menikmatinya? Saya kira tidak.

Pada hari Sabtu kemarin (11 Feb 2017), saya diajak oleh dua teman saya, Putri dan Fayna, untuk nggowes alias bersepeda  pagi ke Malioboro. Saya sih ikut-ikut aja karena setiap hari saya bersepeda dan tiap hari pula saya secara ajaib bangun pukul tiga.

Kami pun sepakat untuk berkumpul dulu di daerah Tugu Jogja. Baca lebih lanjut

Wajah Muria: Anjang Sana ke Pameran Tetangga

Dulu…

Dulu banget… Saya bercita-cita menjadi seorang arkeolog. Waktu berlalu, beras pun telah menjadi nasi. Saya justru menjadi mahasiswa yang bertetangga dengan program studi arkeologi.

Meskipun begitu, minat saya terhadap penggalian, eksplorasi, dsj. masih lah ada.

Hari ini (Rabu, 16 November 2016) saya mampir ke sebuah pameran yang diadakan oleh himpunan mahasiswa prodi arkeologi. Mereka menampilkan temuan-temuan yang mereka dapat selama menjelajah gunung Muria dan daerah-daerah sekitarnya.

Dari berbagai macam hal menarik di wilayah kota Jepara tersebut, ada satu hal yang menarik hati saya, yaitu KOPInya. ☺

Baca lebih lanjut

Kenal & Sayang

Kesambet hasutan siapa, saya kemarin malam (23 April 2016) menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh KMHD (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma) UGM. Acaranya, Dharma Santhi, berupa sebuah diskusi bertemakan “Bersinergi dalam kebhinnekaan.”

Acara ini adalah penutup dari rangkaian acara KMHD dalam beberapa waktu ini. Dimulai dari Try-Out SBMPTN, parade ogoh-ogoh, Nyepi Kampus, sampai pada Dharma Santhi ini. *Saya agak lupa rangkaian acaranya 😐

Baca lebih lanjut

Bukalapak Mampir ke Kampus Kerakyatan

Bukalapak, sebuah situs jual beli online, bekerja sama dengan BEM FEB UGM mengadakan sebuah seminar entrepreneurship dengan tema “Meraup Uang di Pasar Online Terbesar di Indonesia.” Tidak adanya jam kuliah pada saat itu, propaganda nyeleneh yang pernah dilakukan CEO-nya yang masih nyangkut di ingatan, dan perut yang kosong menjadi faktor pendorong terbesar bagi saya untuk menyambangi kegiatan ini.

Seminar berlangsung di Gedung Purna Budaya UGM, yang sekarang menjadi PKKH (Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri) pada hari Jum’at, 18 Maret 2016. Saya tiba di venue tepat pukul 08.00, dan langsung disambut dengan antrian panjang registrasi peserta seminar. Setelah melakukan daftar ulang di kesekretariatan, saya mendapat snack (gratis, dong :)) dan kupon yang nantinya bisa ditukar dengan goodies dari pihak Bukalapak.

Seminar Entrepreneurship Bukalapak 1
Totebag penuh propaganda

Baca lebih lanjut