Cemburu: Sebuah Kajian Kurang Ilmiah

Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia cium bibir merahmu
Di depan kedua mataku
Hatiku terbakar jadinya, Cantik
Aku cemburu

  • Dewa 19, (Cemburu, 2000)

Kenapa band yang dulu berisikan Ahmad Dhani yang masih kinyis-kinyis dan belum hobi bikin sumpah-sumpah nyeleneh pas pemilu ini menggambarkan rasa cemburu dengan sedemikian rupa?

Hmmm…
Mungkin begini… Baca lebih lanjut

Balada HiLo dan Stigma Tinggi Badan

Saya lagi suka minum HiLo. Yang kecil, sachetan 14g. Alasannya? Bukan karena pengen tambah tinggi, tapi karena itu produk susu yang sesuai dengan kriteria saya, yaitu enak, halal, dan murah. Saya sudah pernah mencoba produk-produk yang lain, namun memangnya ada yang lebih bagus dari HiLo? Yang lebih mahal sih banyak.

Oke, cukup segitu aja endorse-nya.

Kalau membicarakan soal susu yang kaya akan kalsium yang dikenal masyarakat sebagai minuman peninggi badan ini, saya jadi teringat teman saya waktu di sekolah berasrama. Demi keamanan privasi, sebut saja namanya Sugeng.

Baca lebih lanjut

Berbuka Bersama Bajingan

Awal Ramadhan ini, saya dua kali berpetualang bersama Rizqi untuk berburu takjil. (bisa dilihat di sini dan di sini, ya). Namun tidak untuk kali ini, saya berbuka sendiri karena Rizqi lagi ada janjian buka bersama.

Alhasil, saya pun mencari tempat makan. Kriteria saya dalam memilih tempat makan sebenarnya cukup sederhana: murah, enak, tur halal. Itu memang kombinasi yang susah untuk ditemukan. Namun, karena saya gampang doyan berbagai macam makanan, dan di Jogja mudah ditemui makanan halal, saya tinggal mencari yang sesuai dengan kritetia satunya lagi. Iya. Murah.

Pada postingan kali ini saya ingin membagikan salah satu warung makan yang masuk dalam kriteria saya.

Baca lebih lanjut

Nama dan Kenapa

Di linimasa media sosial saya lagi rame beredar postingan dua orang jabang bayi yang dinamai oleh orangtuanya dengan nama yang “luar biasa.” Keduanya dinamai berdasarkan dua ninja legendaris dalam serial animasi Jepang (anime) Naruto.

Saya jadi bertanya-tanya, mungkinkah para orang tua dari dedek-dedek ini adalah salah satu penganut alirannya William Shakespeare, yang mengatakan,

Apalah arti sebuah nama.

Hmmm…
Berbeda dengan pendapat beliau yang seorang sastrawan mahsyur dan juga tuan tanah yang kejam ini, saya menganggap nama sebagai sesuatu yang berharga. Nama panggilan saya, dari lahir sampai saat ini sudah gonta-ganti berkali-kali; Dagus, Bagus, Guntur, Bagas, Bagus (lagi), Gustur, Bagus (lagi), dan akhirnya kembali lagi ke Guntur. Dari setiap nama itu, terdapat kisah di baliknya. Baca lebih lanjut

Mengais Bacaan

Saya tengah berusaha mengurangi penggunaan gawai maupun akses internet secara berlebihan. Salah satunya dengan membumihanguskan aplikasi “instagram” dari gawai saya. Memang itu tidak serta merta membuat saya terdetoksifikasi dari pengaruh media sosial yang lain, tetapi paling tidak saya sudah mengurangi sumber penguras kuota internet saya. Penghematan pemakaian kuota internet yang mahal sama halnya dengan menghemat pengeluaran bulanan. Sebuah kabar baik untuk anak kost yang marhaen ini.

Hal lain yang saya lakukan untuk mengurangi tingkat akses internet adalah dengan tidak membawanya ke meja makan. Setiap kali pergi ke warung, burjo, angkringan, Sushi Tei, Ai Royal Unagi, lesehan, dsj., saya berusaha (kadang gagal, sih) untuk tidak mengeluarkan gawai dari kantong.

Lalu, apa yang saya lakukan sambil menunggu pesanan jadi? Baca lebih lanjut

Nggelandang: Solo

Jarang-jarang saya bisa bangun pagi-pagi. Apalagi beberapa hari sebelumnya keseringan bangun kesiangan. Namun pagi ini berbeda. Mata saya sudah tidak kriyip-kriyip lagi pukul 2.30 pagi.

Pagi itu saya asyik bersiap diri, memaskukkan beberapa keperluan dan uang seadanya, dompet, dan hape yang ter-charge penuh. Hal ini saya lakukan dengan satu niat ingsun:

Nggelandang. Baca lebih lanjut